11 Agustus 2026
2025062809553917510761000720

PEMALANG – Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara resmi meluncurkan program Selamatkan Pesisir Jawa Tengah 2025–2030 melalui kegiatan penanaman dan perawatan mangrove di Pantai Kertosari, Ulujami, Pemalang pada Jumat, 27 Juni 2025.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Dalam sambutannya, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan komitmennya untuk menjalin harmoni dengan alam melalui berbagai inisiatif lingkungan yang telah digagas di wilayahnya.

“Gerakan ini adalah wujud upaya kami untuk bersahabat dengan alam. Kami telah menjalankan program resik, hijau, dan apik sebagai bekal bersama masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup,” ucap Anom.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani turut memberikan apresiasi kepada seluruh aktivis lingkungan yang terlibat. Ia menyebut bahwa aksi menanam dan merawat mangrove merupakan langkah sederhana namun membawa dampak besar bagi keberlanjutan kawasan pesisir.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para pegiat lingkungan. Inilah bukti nyata kesadaran masyarakat untuk menjaga masa depan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyoroti pentingnya tidak hanya menanam tetapi juga merawat pohon mangrove yang telah ditanam agar tujuan konservasi bisa benar-benar tercapai.

“Banyak kegiatan tanam mangrove yang tidak berlanjut karena kurangnya perawatan. Jangan hanya semangat saat menanam, tapi tak ada tindak lanjut,” ujar Luthfi. Ia pun mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk terus memantau dan merawat mangrove serta cemara laut yang telah ditanam.

Ketua Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara, Ardas Patra, menjelaskan bahwa tahap awal program ini mencakup penanaman 5.000 pohon mangrove di Pantai Kertosari. Selanjutnya, program akan diperluas ke wilayah Kabupaten Pemalang, Kota dan Kabupaten Pekalongan, serta Kabupaten Batang.

“Total lahan yang akan ditangani mencapai 132 hektare, dengan kebutuhan tanaman mencapai 500 ribu batang mangrove. Program ini akan dilaksanakan bertahap hingga tahun 2030 untuk mencakup seluruh pesisir utara Jawa Tengah,” terang Ardas.

Program ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan mendorong peran aktif masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.(*)

Jika kamu ingin versi yang lebih singkat atau versi berita untuk siaran pers, silakan beri tahu

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *