14 Juni 2026
WhatsApp Image 2025-11-13 at 08.43.40

Pemalang, 15 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Pemalang menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan pesisir melalui kegiatan penanaman mangrove serentak bertajuk Mageri Segoro Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025.

Kegiatan utama dipusatkan di Balai Desa Ketapang, Kecamatan Ulujami, dan dibuka langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Wakil Bupati Nurkholes, Forkopimda Kabupaten Pemalang, Kepala OPD, Forkopimca Ulujami, dan para petani pesisir.

Sekitar pukul 09.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan zoom meeting bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang terhubung dengan seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah. Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa gerakan Mageri Segoro bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
“Penanaman mangrove harus dibarengi dengan pemeliharaan yang berkelanjutan. Bentuklah tim pemeliharaan yang melibatkan Polsek, Koramil, serta pemerhati lingkungan,” pesannya.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Mageri Segoro merupakan gerakan kolektif untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir dari ancaman abrasi serta perubahan iklim.

“Hutan mangrove bukan hanya menjadi penyangga kehidupan pesisir, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, menjaga biota laut, serta mampu menyerap emisi karbon dalam jumlah besar,” ujar Anom.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan Pemkab Pemalang terhadap program prioritas Mageri Segoro di tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang menyatukan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan ekosistem pesisir.

Sementara itu, Wakil Bupati Nurkholes menegaskan bahwa mangrove adalah solusi terbaik dalam mencegah abrasi di sepanjang garis pantai utara Pemalang. Bibit yang ditanam kali ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta CSR dari berbagai perusahaan.
“Kami telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk membentuk tim pemeliharaan sesuai arahan Gubernur,” jelasnya.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, total mangrove yang ditanam di wilayah Pemalang mencapai 143.000 batang, tersebar di lima desa pesisir, yakni:

  • Desa Mojo: 80.000 batang
  • Desa Pesantren: 20.000 batang (termasuk 3.000 bantuan dari UGM dan Pertamina)
  • Desa Ketapang: 14.000 batang
  • Desa Limbangan: 14.000 batang
  • Desa Nyamplungsari: 5.000 batang

Wiji Mulyati berharap kegiatan ini mampu mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam meningkatkan daya dukung dan ketahanan wilayah pesisir melalui aksi nyata penanaman dan pemeliharaan mangrove.

Gerakan Mageri Segoro sendiri merupakan bagian dari misi Gubernur Jawa Tengah, “Ngopeni lan Nglakoni Jawa Tengah” — merawat dan melaksanakan tanggung jawab menjaga alam untuk masa depan yang berkelanjutan.

Dengan penanaman ini, diharapkan Kabupaten Pemalang dapat menjadi contoh daerah pesisir yang tangguh, hijau, dan lestari.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *